HUBUNGAN PENGETAHUAN, MOTIVASI DAN SUPERVISI DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PATIENT SAFETY DI RSUP Dr.WAHIDIN SUDIROHUSODO TAHUN 2012

HUBUNGAN PENGETAHUAN, MOTIVASI DAN SUPERVISI DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PATIENT SAFETY

DI RSUP Dr.WAHIDIN SUDIROHUSODO TAHUN 2012

 

A.Awaliya Anwar, Irwandy, Noer Bahry Noor

Bagian Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Hasanuddin

 

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Keselamatan pasien di defenisikan sebagai suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien yang lebih aman. Data insiden patient safety di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusudo selama tiga tahun terakhir belum sesuai dengan standar Kepmenkes No 129 tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel yang mempengaruhi kinerja perawat dalam melaksanakan Patient Safety di Instalasi Gawat Darurat RSUP  Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasinya adalah seluruh perawat pelaksana di Instalasi Gawat Darurat  RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang berjumlah  74 orang. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling sehingga sampelnya sebesar 74 orang. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square.

Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 73 orang perawat pelaksana, 71,2% (52 orang) memiliki pengetahuan baik, 50,7% (37 orang) memiliki motivasi sedang, 75,4% (55 orang) menilai supervisi kepala ruangan baik dan 82,2% (60 orang) memiliki kinerja baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, motivasi dan supervisi terhadap kinerja perawat dalam melaksanakan program patient safety (p<0,05).

Saran: Peneliti menyarankan kepada tim KKPRS RSUP Dr. Wahidin Sudirohusudo untuk meningkatkan pengetahuan perawat melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan patient safety, kepada kepala ruangan agar menjalankan supervisi dengan benar dan kepada peneliti selanjutnya agar menambah variabel penelitian dan memperdalam penelitian dengan melakukan observasi untuk menilai kinerja.

 

Kata Kunci: Pengetahuan, Motivasi, Supervisi, Kinerja, Patient Safety

  Continue reading

By liyaaliya

Mata dan Kepala

hiboo.com– Mata merupakan panca indera manusia yang paling penting. Dapat dibayangkan jika kita mengalami kerusakan mata atau kebutaan.

Namun, mata juga bisa membantu kita untuk mendeteksi berbagai masalah gangguan kesehatan. Berikut ini, beberapa jenis gangguan pada mata yang bisa menjadi sinyal adanya ketidakberesan dalam tubuh, seperti dilansir melalui Huffingtonpost, Senin (12/3).

Ukuran pupil berbeda

Pupil atau lingkaran hitam di tengah bola mata, pada orang normal biasanya simetris. Ukuran dan reaksinya sama saat terkena sinar matahari. Namun, jika salah satu pupil mata Anda terlalu besar atau kecil dari yang lain, mungkin ada terdapat gangguan kesehatan. Para ahli mengklaim bahwa perbedaan pupil dapat menunjukkan bahwa orang tersebut berada pada risiko tinggi mengalami stroke, tumor saraf optik atau tumor otak atau aneurisme otak.

Mata kering

Jika mata Anda selalu kering dan super sensitif terhadap cahaya, bisa jadi itu menjadi sinyal adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh Anda, seperti sindrom Sjogren, gangguan sistem imun dimana sel imun menyerang dan menghancurkan kelenjar eksokrin yang memproduksi air mata dan liur. Penyakit ini harus diwaspadai, sebab kondisi ini memengaruhi wanita berusia lebih dari 40 tahun dengan gangguan autoimun, seperti rheumatoid arthitis atau lupus.

Mata berawan atau katarak (cloudy eyes)

Jika mata Anda seakan berkabut dan penglihatan mata Anda terganggu, bisa saja Anda memiliki katarak. Hal ini menyebabkan kekeruhan di lensa dalam mata dan harus dioperasi untuk menormalkan penglihatan. Kondisi ini sering terjadi pada orang lanjut usia. Namun, anak muda juga berisiko dan biasanya disebabkan efek samping dari penyakit diabetes, tumor dan pengonsumsian obat tertentu.

Mata gatal

Meskipun ada banyak hal yang dapat menyebabkan rasa gatal di sekitar mata, alasan yang paling umum dapat menunjukkan adanya reaksi alergi. Mata dan daerah sekitarnya merupakan bagian yang sensitif dan lebih rentan terhadap infeksi dan alergi. Pemicu lain bisa saja dari debu atau bulu binatang.

Jika mata Anda gatal dan merah, coba atasi dengan antihistamin untuk mengurangi kemerahan atau kunjungi dokter untuk dilakukan tes alergi. Jika mata dan kelopak mata Anda bengkak dan sakit, bisa pertanda bahwa Anda kurang tidur.

Mata Abu-abu

Jika mata Anda timbul seperti cahaya cincin di sekitar kornea mata, mungkin Anda mengidap arcus senilis, yang sering dikaitkan dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi, yang bisa menyebabkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jika melihat ada cincin berwarna abu-abu yang melingkari mata Anda, segera kunjungi dokter untuk membahas perubahan diet Anda.

By liyaaliya

Informasi Beasiswa dan Tips dapat Beasiswa Luar Negri

Info Beasiswa S1 S2 S3
Info Beasiswa Indonesia Dalam Negeri dan Luar Negeri sekolah, diploma (non-gelar), ekstensi, d3, s1, s2, s3,
Info Beasiswa

MOHON PERHATIAN!

Jika Anda sedang mencari info beasiswa terbaru, kami persilahkan untuk mengunjungi situs-situs beasiswa berikut:

1.Info beasiswa khusus program S1 -> http://s1.beasiswaz.com

2. Info beasiswa khusus program S2 -> http://s2.beasiswaz.com

3. Info beasiswa semua program -> http://www.beasiswas.info

Join info beasiswa dalam negeri dan luar negeri via email, click here

Informasi beasiswa Indonesia dalam negeri dan luar negeri, sekolah, diploma (non-gelar), d3, ekstensi, s1, s2, s3, postdoc, fellowship, short-course, pelatihan, lomba esai, lowongan kerja, pertukaran pelajar, dll

Info beasiswa dalam negeri dan luar negeri yg lebih lengkap dan diupdate setiap hari dapat dilihat di animasi banner beasiswa di bawah. Untuk info selengkapnya klik animasi banner beasiswa yg sesuai.

Bagi pencari beasiswa pemula, berikut tip & trick sangat bagus dalam mencari beasiswa dari Sdr. Amwibowo.

Tips Beasiswa Luar Negeri
Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri

Berikut ini adalah beberapa teknik-teknik mendapatkan beasiswa sekolah untuk jenjang S2 dan S3 ‘gratis’ di luar negeri.

Pengantar
Penulis sering ditanya bagaimana caranya bisa bersekolah ‘gratis’ di luar negeri. Saya memberikan tanda kutip pada ‘gratis’ karena sebenarnya tidak 100% modal dengkul. Dalam beberapa kasus, at least kita harus bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan uang untuk tiket pesawat + biaya hidup bulan pertama, dan situasi mungkin tidak memungkinkan kita untuk berkeluarga terlebih dahulu.

Jenis beasiswa yang akan saya utarakan pertama adalah jenis beasiswa yang kansnya tinggi untuk mendapatkannya. Biasanya beasiswa jenis ini adalah beasiswa jenis riset, dan untungnya, hampir semuanya tanpa ikatan dinas. Untuk beberapa jenis beasiswa, mereka lebih senang kalau sang pelamar bekerja untuk institusi pendidikan, lembaga penelitian, atau LSM.
Satu rule of thumb yang patut dihayati adalah: ‘kita harus berkelat-kelit untuk mendapatkan beasiswa S2, tapi relatif jauh lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa S3′. Makanya jika Anda mengejar waktu, sebaiknya ambil dulu S2 di Indonesia, sambil juga melamar S2/S3 di tempat lain. Kalau dapat S2 gratis di luar negeri, ya yang di Indonesia ditinggal saja.Daftar Beasiswa Berdasarkan Negara
Secara umum, beasiswa ini memiliki karakteristik:tidak memiliki ikatan dinas sama sekali
mahasiswa harus mengerjakan penelitian sesuai minatnya, dan sekaligus sebagai thesisnya——————————————————————————–
1. Amerika Serikat
Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab, seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya, membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).Memang harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1 bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2. Jadi bisa ngerti sendirilah … :-pUntuk mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science, GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL > 580 (standar nilai lama) dan GRE General Test > 1750 saya sarankan pergi ke AS.Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE > 1900. Go for it!

Pelamar dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah option untuk ‘menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend assistantship’. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.

Kemudian mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose. Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan ‘kemampuan’ Anda, jangan malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:

mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi
bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai ‘trend’ di bidang riset itu.
mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu
kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa
Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:

kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).
tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa ‘fleksibel’.
Karena biasanya statement of purpose itu harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose. Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.

Sebelum mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset. Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya. Jangan lupa cari muka sedikit🙂 . Hal ini akan sedikit memperlicin jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di sana nanti merencanakan riset.

By the way, sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar $700).

——————————————————————————–
2. Kanada
Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.

——————————————————————————–
3. Jerman
Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan ini sama dengan S2.

Seperti banyak kita ketahui, universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya. Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.

DAAD (www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6 bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.

Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.

Untuk belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1 bulan dan tiket pesawat ke Jerman.

Untungnya, berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria, Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji (atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.

Jangan lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum mendaftar ke universitasnya.

Isi research plan itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut, dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan Anda teliti.

Saya sarankan untuk mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman, Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang sekali.

Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang ‘membutuhkan’ mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?

——————————————————————————–
4. Belanda
Sama persis dengan Jerman, hanya saja nama lembaga penyalur informasi pendidikannya adalah Netherlands Education Center (NEC). Di Jakarta lokasinya di Gedung Patra Jl.Gatot Subroto, Kuningan. Kantornya bersebelahan dengan kantor kamar dagang Belanda di Indonesia.

Sekolah di Belanda juga gratis, tapi yang international programme biasanya tidak gratis. Pemerintah Belanda juga menyediakan skim beasiswa yang saingannya lumayan banyak, namanya beasiswa TALIS.

NEC juga menyediakan informasi beasiswa tahunan yang disediakan langsung oleh universitas-universitas di Belanda. Selain itu ada juga program-program internasional yang berbahasa Inggris. Sayangnya untuk level S2 (Drs, Ir.), beasiswa kelas-kelas berbahasa Inggris itu biasanya cuma 1/2 uang tution fee dan sulit mendapatkannya.

Untuk S3, gratis dan digaji, sama seperti Jerman.

Informasi lebih lanjut bisa hubungi:

Netherlands Education Centre
Citra Graha 7th floor, suite 703
Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36
Jakarta 12950
Indonesia
Phone (62 21) 5200453, 5201085
Fax (62 21) 5200457
E-mail: necjkt@ibm.net

——————————————————————————–
5. Austria & Swiss
Secara umum sama seperti Jerman. Tiap tahun kedutaan Austria dan Switzerland juga menyediakan beasiswa, namun berbeda dengan Belanda dan Jerman, mereka tidak menyediakan beasiswa S2 sama sekali. Yang mungkin adalah gelar S2 dari Indonesia, tapi sandwich di sana (penelitian 6 bulan – 1 tahun). Tapi tentu masih mendapat sertifikat. Selain itu tentunya beasiswa dari kedutaan Austria dan Switzerland juga ada yang untuk S3. Semuanya lengkap dengan tiket pesawat dan ongkos hidup. Practically bisa dengan modal dengkul kalau dapat beasiswanya.

Saat interview di kedutaan biasanya akan ditanya hal-hal yang sama seperti dalam statement of purpose dan research plan. Di kedutaan Swiss juga ada test bahasa, sekedar untuk menguji saja, toh nanti juga disekolahkan di sekolah bahasa di Swiss sebelum masuk kuliah. Tergantung Anda memilih sekolah di mana, ada universitas di Swiss yang berbahasa Perancis, seperti misalnya di Geneva. Tapi kalau di sebelah utara dan timur, umumnya berbahasa Jerman.

Anda juga bisa daftar langsung ke universitas yang bersangkutan, terutama untuk program S3, dengan cara sama seperti Jerman & Belanda. Gratis dan digaji juga.

E-mail kedutaan besar Swiss (di Jl.Rasuna Said, dekat Erasmus Huis): swiemjak@rad.net.id

——————————————————————————–
6. Jepang
Sebenarnya kalau sampai di Jepang sana, cukup banyak beasiswa, namun sayangnya tidak banyak yang full membiayai uang kuliah dan biaya hidup. Bahkan untuk S3 saja juga harus bayar.

Pemerintah Jepang menyediakan juga beasiswa Monbusho kepada orang-orang Indonesia. Ada dua jenis beasiswa Mombusho. Yang pertama pelamar harus pegawai negeri atau dosen. Melalui jalur ini, pelamar kalau lolos seleksi akan dicarikan pembimbing/profesor yang cocok sesuai minat. Sedangkan yang satu lagi sang pelamar harus aktif mencari sang profesor, dan menanyakan apakah si profesor tersebut bersedia menjadi pembimbing riset pelamar. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai beasiswa Monbusho.

Di kedutaan Jepang Jl.MH Thamrin, terdapat perpustakaan yang berisi informasi pendidikan tinggi di Jepang.

Informasi mengenai beasiswa di Jepang di bawah ini saya dapatkan dari rekan saya Rahmat:

a. INPEX Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia – Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
14 F Ebisu Neorato 4-1-18 Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo 150-0013 JAPAN

b. The OKAZAKI Kaheita International Scholarship Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia – Jepang. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
3-2-5 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0013 JAPAN

c. The Hitachi Scholarship
Beasiswa ini bisa untuk S2 ataupun S3. Syaratnya harus alumni dari ITB, UI, UGM, IPB dan formulir bisa diambil dan ditanyakan dari rektorat masing-masing universitas tsb diatas. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia – Jepang, uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk, perumahan ditanggung juga, dan uang beasiswa 180.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
1-5-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 JAPAN

d. Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
Panasonic Scholarship Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Pendaftaran dibuka bulan February – Maret. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia – Jepang. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 200.000 yen/bulan.
Informasi lengkap lihat di http://www.panasonic.co.id/
atau kontak e-mail : PAN11311@pas.mei.co.jp
Panasonic Scholarship, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
1006 Kadoma Osaka, 571-8501 JAPAN

e. Beasiswa dari Aichi Prefecture, Aichi Scholarship
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Deadline penyerahan application 20 Mei. Syarat yang harus dipenuhi, Universitas yang dipilih harus berada di Aichi Prefecture. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 185.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di : Aichi Prefectural Office, 3-1-2 Sannomaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi 460-01 JAPAN

f. The Japan Securities Scholarship Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Application dari bulan Januari sampai Mei. Beasiswa mengcover tiket pesawat, Uang kuliah, bantuan biaya perumahan (apartemen), dan uang beasiswa bulanan sebesar 120.000 yen. Beasiswa ini diberikan buat jurusan Social Science, Humanities. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
Tokyo Shoken Building
5-8 Kayabacho, 1-chome, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo 103-0025 JAPAN

——————————————————————————–
7. Singapura
Singapura memiliki dua universitas ‘negeri’, yakni National University of Singapore (NUS), dan yang lebih baru yakni Nanyang Technological University (NTU). Memang harus diakui bahwa NUS bukan sekolah ‘bule’ (meskipun banyak pengajarnya dari manca negara), tapi peringkat NUS selalu berada di top 10 universitas di Asia, dan selalu diatas seluruh universitas Australia. Meskipun untuk orang awam seolah-olah tidak membanggakan (karena bukan sekolah bule), namun reputasi internasional NUS memudahkan mahasiswanya dan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Singapura melalui kedua universitas itu ada yang berbasis coursework (sulit masuknya, saingannya ketat dari seluruh ASEAN), dan ada lagi yang berbasis riset S2/S3 (lebih mudah). Untuk mendapatkan beasiswa berbasis riset, dalam formulir pendaftaran (download dari http://www.nus.edu.sg atau http://www.ntu.edu.sg) juga lampirkan proposal riset (research plan). Bahkan kadang-kadang bisa tanpa proposal riset, dengan cara bercakap-cakap dengan profesornya terlebih dahulu (via e-mail) dan meminta sang profesor memberikan alternatif research plan. Pokoknya asal menunjukkan minat melakukan penelitian.

Beasiswa (gaji) bulanan yang diterima adalah SG$1400, tanpa tiket pesawat (kecuali yang ASEAN scholarship). Biaya hidup bulanan (hidup enak) sekitar SG$1000, jadi masih bisa menabung SG$400 per bulannya.

——————————————–
8. Australia & Inggris
Seperti kita ketahui Australia menyediakan beasiswa tahunan AusAID yang saingannya berjibun. Pusat informasi pendidikan Australia adalah IDP, berlokasi di Jl.Rasuna Said.

Sedangkan Inggris juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 tahunan (British Chivening) yang pelamarnya banyak sekali. Informasi tersebut bisa didapatkan di British Council, Widjojo Centre. Beasiswa diberikan kepada 80% pegawai negeri dan 20% swasta.

Perlu diberitahukan juga bahwa di British Council tersebut juga sering ada pengumuman beasiswa untuk S2/S3, hanya saja sayangnya hampir semua beasiswa tersebut parsial (misalnya 1/2 uang tuition).

Australia dan Inggris adalah negara-negara yang terkenal pelit dalam soal beasiswa, mentang-mentang pakai bahasa Inggris. Kasarnya, mereka mengkomersilkan pendidikan. Bahkan untuk S3, harus bayar. Kalaupun ada program beasiswa, saingannya banyak sekali.

Tapi jangan putus asa. Kalau ada kemauan, maka ada jalan. Beberapa universitas di Australia, menyalurkan beasiswa riset dari pemerintah Australia untuk jenjang S2/S3 terbatas kepada pelamar internasional (bukan AusAID), termasuk biaya hidup (tanpa tiket pesawat dan settlement cost). Hanya saja saingannya lumayan banyak, meskipun tidak seketat AusAID. Dalam formulir pendaftaran yang biasanya bisa didownload langsung dari website universitas, jangan lupa cantumkan statement of purpose dan research plan.

Tapi saya juga pernah ditawari untuk mengajar program bachelor di Australia (mungkin saat itu mereka sedang kekurangan dosen), sekaligus mengambil program S3. Jadi ada kans untuk mengajar atau jadi tenaga peneliti, sekaligus mengambil S3. Tinggal pintar-pintarnya kita saja membujuk mereka agar mau mengambil kita. Manfaatkan kunjungan-kunjungan lembaga pendidikan Australia ke Indonesia untuk merekrut mahasiswa S1, untuk mencari kemungkinan S3 sekaligus bekerja di universitas itu.

Kemudian University of Cambridge (www.cambridge.ac.uk) juga menyediakan beasiswa lepasan tanpa ikatan dinas.

Sumber: Amwibowo

Tips Beasiswa (Scholarship)

*
How to Write a Curriculum Vitae (CV)
*
How to Write a Research Proposal 1
*
How to write a research proposal 2
*
How to Write a Motivation Letter

Download Panduan Mendapat Beasiswa Luar Negeri dari DIKTI

*
e-Book Panduan Beasiswa ke Amerika
*
Buku Panduan Beasiswa ke Jepang
*
e-Book Panduan Beasiswa ke Jerman
*
e-Book Panduan Beasiswa Inggris
*
Buku Panduan Beasiswa Prancis

Panduan Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) DIKTI

*
Pelaksanaan Kegiatan PHKI 2008
*
Implementasi PHKI 2008

Download Info & Formulir Beasiswa

*
Asia Top Universities Ranking
*
Beasiswa Pendidikan S2 S3 Dalam Negeri dari DIKTI

Jepang:

Soal-soal Ujian & Kunci Jawaban Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) 2007

Program Sarjana S1 (Undergraduate)

*
Tes Bahasa Jepang (A)
*
Tes Bahasa Jepang (B)
*
Tes Bahasa Jepang (C)
*
Tes Bahasa Inggris
*
Tes S1 Matematika (A)
*
Tes S1 Matematika (B)
*
Tes S1 Fisika
*
Tes S1 Kimia
*
Tes S1 Biologi
*
Tes S1 Sejarah Dunia
*
Kunci Jawaban Soal Beasiswa Jepang S1

Program Beasiswa untuk Research Students

*
Soal s2 s3 Bahasa Jepang (A)
*
Tes S2 S3 Bahasa Jepang (B)
*
Tes S2 S3 Bahasa Jepang (C)
*
Kunci Jawaban dalam Bahasa Inggris

Jerman:

Undergraduate

*
Group Visits to Germany by Foreign Students
*
beasiswa s1 One-Semester Study Scholarships (specific subjects)
*
German Industry Scholarships

Graduates (S1 S2)

*
Short-term Research Grants

Prancis:

*
Mengapa Studi di Prancis
*
Beasiswa Prancis 2008
*
Formulir Aplikasi Beasiswa Prancis

By liyaaliya

Apa yang terjadi jika Vitamin C dan Udang Bertemu??

PENTING!
Info kesehatan langsung dari RS.Prof Kandow Malalayang :
Ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan. Wanita ini ada kebiasaan minum Vit C tiap hari. Ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyaka…n makan udang. Sebenarnya cuma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yang meninggal.. Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun. Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itumeninggal mengenaskan dengan kelima panca indera keluar darah. Jadi hati-hati, habis banyak makan udang, kerang, kepiting, jangan minum Vit C pada saat yang bersamaan.Forward lah jika anda merasa ini penting.Sedikit tambahan jd bagi yg suka seafood jgn sekali” makan seafood + minum es jeruk. Kasih tau ke semua teman atau keluarga. mari berbagi kepedulian sesama

Thankz dah baca PostQ

————————————-dR. Liya’R————————————————

By liyaaliya

Khasiat Kayu Manis dan Madu Atasi Penyakit dari Flu Sampai Kanker

Perpaduan kayu manis dan madu ternyata dapat menyembuhkan banyak penyakit. Untungnya bagi kita, keduanya bisa didapat dengan mudah dimana-mana dan tanpa efek samping. Para ilmuwan modern saat ini juga telah setuju akan khasiat kayu manis dan madu yang menakjubkan dalam menyembuhkan berbagai penyakit.

Para ilmuwan hari ini menyatakan bahwa walaupun madu itu manis, tapi jika dikonsumsi dengan dosis yang tepat, tidak akan membahayakan penderita diabetes. Weekly World News, sebuah majalah di Kanada, edisi 17 Januari 1995, memberikan list berikut akan khasiat kayu manis dan madu, dari hasil temuan para ilmuwan Barat.

Penyakit Jantung

Oleskan madu dan bubuk kayu manis pada roti Anda, sebagai pengganti selai atau jelly, dan konsumsilah tiap sarapan. Ini bermanfaat dalam mengurangi kadar kolesterol dalam arteri dan menyelamatkan pasien dari sakit jantung. Bagi mereka yang pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, tapi jika  punya kebiasaan ini, akan membantu mereka untuk tidak mengalami serangan jantung berikutnya. Penggunaan secara teratur resep sarapan ini membantu meringankan sesak nafas dan memperkuat jantung.

Di Amerika dan Kanada, banyak perawat rumah telah sukses merawat para pasien dengan resep ini dan mendapati bahwa seiring bertambahnya usia, arteri dan pembuluh darah kehilangan fleksibilitasnya dan mulai tersumbat, tapi kayu manis dan madu memperbaiki arteri dan pembuluh darah. Continue reading

By liyaaliya

KEBIJAKAN ARAH PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT DI INDONESIA

Kebijakan Arah Pengembangan RS di Indonesia

KEBIJAKAN ARAH PENGEMBANGAN RS DI INDONESIA
Oleh : Dr.dr. Siti Fadillah Supari, Sp.JP (K)
Menteri Kesehatan RI
Disampaikan pada Konferensi Rumah Sakit Kristen di Indonesia
Yogyakarta 15 September 2006

Rumah Sakit adalah semua sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, tindakan medik yang dilaksanakan selama 24 jam melalui upaya kesehatan perorangan (RUU RS).

Kebijakan Perumahsakitan
Tujuan Meningkatkan askes, keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan yang aman di rumah sakit

Kebijakan Perumasakitan di Indonesia
Prinsip/Filosofi:
1. Melindungi Masyarakat (Protecting the people) dari pelayanan sub standar
2. Memberikan arah kepada RS (To Guide the hospital)
3. Memberdayakan masyarakat, organisasi profesi, asosiasi institusi, serta Pemerintah Daerah (Empowering Profesion and Institutions)
4. Kepastian Hukum untuk rumah sakit, tenaga kesehatan dan pasien/masyarakat.
Kebijakan Perumasakitan di Indonesia
* Biaya pelayanan pasien di ruang perawatan kelas 3 RS Pemerintah & RS Swasta tertentu ditanggung pemerintah (gratis)
* Mendorong RS di daerah terpencil dan perbatasan untuk memenuhi standar RS, melalui pemberian bantuan fisik bangunan dan peralatan medis
* Pengembangan akreditasi RS dan patient safety à RS wajib ikut akreditasi RS minimal untuk pelayanan medis, gawat darurat, keperawatan, rekam medis dan administrasi – manajemen
* Rumah Sakit Pendidikan diarahkan sbg :
– pusat unggulan pelayanan (jantung terpadu,
stroke terpadu, bayi tabung, dll)
– pusat rujukan à pelayanan tersier (pelayanan
medis sub spesialis)
– research center
– training center
– pusat penapisan iptek
* Rumah Sakit Umum diarahkan sebagai:
– tempat rujukan kabupaten/kota à pelayanan
sekunder à mampu memberikan pelayanan
medis spesialistik minimal untuk interne, pediatry,
obstetri-gynecology, surgery
– Safe Community Center
– tempat mengembangkan EWORS (Early Warning
Outbreak Recognition System) dan LEID (Laboratory
Emerging Infection Deseases)
– RS Sayang Ibu & Sayang Bayi dgn pelayanan PONEK
24 jam untuk menurunkan risiko kematian ibu &
Bayi
* Rumah Sakit Khusus diarahkan sebagai:
– pusat unggulan pelayanan sesuai jenis rumah
sakit khusus tersebut.
– pusat rujukan à pelayanan tersier (pelayanan
medis sub spesialis sesuai jenis RS Khusus)
– research center sesuai jenis RS Khusus tersebut
– training center sesuai jenis RS Khusus tersebut
– pusat penapisan iptek sesuai jenis RS Khusus
Tersebut
* Rumah Sakit Swasta :
– Wajib melaksanakan fungsi sosial RS antara lain
dengan menyediakan perawatan bagi pasien
tidak mampu
– Penanam modal asing maksimal 49 %, Indonesia
51 % dan lokasi RS hanya boleh di Ibu Kota
Propinsi
– Pemberian pelayanan gawat darurat tidak
diperbolehkan minta uang muka terlebih dahulu

Tantangan RS Di Masa Depan
• Teknologi kedokteran & kesehatan makin maju
• Pelayanan kesehatan melampaui batas negara
• Pelayanan kesehatan sudah dikaitkan dengan dunia ekonomi/usaha à sentra kegiatan ekonomi sebagai pusat pengembangan
• Tingkat pendidikan & ekonomi masyarakat semakin tinggi, tuntutan mutu pelayanan semakin tinggi
• Berkembangnya profesi à yankes semakin kompleks
• Pasar sangat bergantung pada keinginan pasien (customer oriented)
• Tuntutan hukum (medico-legal) semakin meningkat
• RS harus melakukan upaya agar dapat memberikan excelent services yaitu :
– peka terhadap kebutuhan pasien & masyarakat
– memberikan pelayanan kpd masyarakat miskin
tanpa biaya (ditanggung pemerintah/asuransi)
– fokus kepada kebutuhan pelanggan: kemudahan
& kecepatan pelayanan
– menyediakan pelayanan baru sesuai perkembangan ilmu & teknologi kedokteran serta pola penyakit
– kompetitif dan lebih efektif
– memberikan kepuasan semua pihak
* RS agar dapat memberikan pelayanan one stop center yang mengkombinasikan pelayanan medis yang berkualitas, pelayanan umum yang nyaman dan mudah.
* RS agar menyediakan world-class medicine dan world class service
* RS agar mengembangkan aliansi strategis (nasional dan asean) untuk meningkatkan daya saing
* RS agar meningkatkan profesionalisme melalui ikatan profesi, komite medis & fakultas kedokteran.

Penutup
* Penyelenggaraan RS dan peningkatan mutu pelayanan RS merupakan hal yang penting di masa era desentralisasi & globalisasi à R UU RS diharapkan dapat segera direalisasikan.

* Tujuan RS agar dapat menjadi word class sevices & world class medicine perlu dilengkapi dengan rencana strategik yang baik

* Pemerintah terus mengembangkan program-Program yg dapat mendorong tercapainya pelayanan medik prima di RS

By liyaaliya

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI PUSKESMAS –

PENDAHULUAN

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Secara nasional standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan. Apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah desa/ kelurahan atau dusun

Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat pada tahun 2010. Kecamatan sehat mencakup 4 indikator utama, yaitu lingkungan sehat, perilaku sehat, cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu dan derajat kesehatan penduduk. Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan puskesmas adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010. Untuk mencapai visi tersebut, puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat (1).

Salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan perorangan di puskesmas adalah kepuasan pasien. Kepuasan didefinisikan sebagai penilaian pasca konsumsi, bahwa suatu produk yang dipilih dapat memenuhi atau melebihi harapan konsumen, sehingga mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk pembelian ulang produk yang sama. Pengertian produk mencakup barang, jasa, atau campuran antara barang dan jasa. Produk puskesmas adalah jasa pelayanan kesehatan (2).

Model kepuasan yang komprehensif dengan fokus utama pada pelayanan barang dan jasa meliputi lima dimensi penilaian, sebagai berikut (3, 4).

1. Responsiveness (ketanggapan), yaitu kemampuan petugas memberikan pelayanan kepada konsumen dengan cepat. Dalam pelayanan puskesmas adalah lama waktu menunggu pasien mulai dari mendaftar sampai mendapat pelayanan tenaga kesehatan.

2. Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan petugas memberikan pelayanan kepada konsumen dengan tepat. Dalam pelayanan puskesmas adalah penilaian pasien terhadap kemampuan tenaga kesehatan.

3. Assurance (jaminan), yaitu kemampuan petugas memberikan pelayanan kepada konsumen sehingga dipercaya. Dalam pelayanan puskesmas adalah kejelasan tenaga kesehatan memberikan informasi tentang penyakit dan obatnya kepada pasien.

4. Emphaty (empati), yaitu kemampuan petugas membina hubungan, perhatian, dan memahami kebutuhan konsumen. Dalam pelayanan puskesmas adalah keramahan petugas kesehatan dalam menyapa dan berbicara, keikutsertaan pasien dalam mengambil keputusan pengobatan, dan kebebasan pasien memilih tempat berobat dan tenaga kesehatan, serta kemudahan pasien rawat inap mendapat kunjungan keluarga / temannya.

5. Tangible (bukti lagsung), yaitu ketersediaan sarana dan fasilitas fisik yang dapat langsung dirasakan oleh konsumen. Dalam pelayanan puskesmas adalah kebersihan ruangan pengobatan dan toilet.

Masalah penelitian adalah belum diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan dan rawat inap di puskesmas. Tujuan penelitian adalah mendapatkan informasi tingkat kepuasan pasien puskesmas rawat jalan dan rawat inap, serta mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan dan rawat inap di puskesmas. Manfaat penelitian yang diharapkan adalah informasi bagi penyusunan program di Departemen Kesehatan berkaitan dengan upaya meningkatkan pelayanan pasien puskesmas.

BAHAN DAN CARA

Penelitian ini ingin membuktikan apakah secara bersama-sama usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, lokasi, dan penanggung biaya berobat berhubungan dengan kepuasan pasien puskesmas

Adapun definisi operasional variabel disusun sebagai berikut.

Usia pasien dihitung sejak tahun lahir sampai dengan ulang tahun terakhir, dibuat skala nominal : bukan pra usia lanjut (15 – 55 tahun) dan pra usia lanjut.(56 tahun atau lebih),

Jenis kelamin pasien dibuat skala nominal : laki-laki dan perempuan.

Pendidikan dinilai berdasarkan ijazah terakhir yang dimiliki pasien, dibuat skala nominal : pendidikan dasar (sampai dengan tamat SLTP) dan pendidikan lanjut (tamat SMU ke atas).

Pekerjaan pasien adalah kegiatan rutin setiap hari untuk mendapatkan uang, dibuat skala nominal : ada dan tidak ada.

Status ekonomi pasien diukur berdasarkan pengeluaran rumah tangga untuk makan dan bukan makan selama sebulan per anggota rumah tangga, dibuat skala nominal (BPS): tidak mampu ( Rp 122.775).

Lokasi tempat tinggal pasien, dibuat skala nominal : perkotaan dan pedesaan

Penanggung biaya berobat pasien di puskesmas dibuat skala nominal : ada (dibayar melalui kartu miskin/ Askes/ kantor dan sebagainya) dan tidak ada (bayar sendiri).

Kepuasan pasien di puskesmas adalah jumlah rerata skor penilaian pasien terhadap 7 pernyataan tentang pelayanan rawat jalan dan 8 pernyataan pelayanan rawat inap di puskesmas, masing-masing penilaian diberi skor 5 = sangat baik, 4 = baik, 3 = sedang, 2 = buruk, dan 1 = sangat buruk, dibuat skala nominal : puas (rerata skor 3-5) dan tidak puas (rerata skor 1-2).

Rancangan penelitian merupakan analisis data sekunder Survei Kesehatan rumah Tangga (SKRT) 2004 dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2004, di mana pengumpulan datanya dilakukan secara cross sectional dengan pendekatan secara retrospektif kurun waktu setahun sebelum survei untuk pasien rawat jalan dan 5 tahun sebelum survai untuk pasien rawat inap. Populasi sampel adalah penduduk Indonesia di 30 propinsi yang mencakup 16.021 rumah tangga yang diwakili oleh seorang pasien berumur 15 tahun atau lebih per rumah tangga. Tercatat 5387 rumah tangga dengan salah satu anggotanya pernah rawat jalan dalam 1 tahun terakhir dan tercatat 774 rumah tangga dengan salah satu anggotanya pernah rawat inap dalam 5 tahun terakhir . Dari pasien yang mengeluh sakit dan berobat ke puskesmas ada 1664 (30,89%) pasien rawat jalan dan 87 (11,24%) pasien rawat inap. Analisis data dilakukan secara bertahap mencakup analisis univariat untuk menghitung distribusi frekuensi, proporsi, nilai rerata, median dan modus, analisis bivariat untuk menilai hubungan antara variabel independen dan variabel dependen menggunakan uji Chi-square, dan analisis multivariat untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien puskesmas menggunakan uji regresi logistik berganda (5).

Keterbatasan penelitian mencakup (a) keterbatasan rancangan penelitian dalam bentuk survei cross-sectional terhadap variabel independen dan dependen, sehingga kurang tepat untuk membuktikan hubungan sebab-akibat, (b) keterbatasan data SKRT 2004 yang dikumpulkan, (c) keterbatasan terhadap kebenaran jawaban pasien (recall bias) setahun terakhir untuk pasien rawat jalan atau lima tahun terakhir untuk pasien rawat inap, dan (d) kepuasan pasien dinilai berdasarkan ketanggapan terhadap kenyataan pelayanan puskesmas, dengan asumsi harapan terhadap pelayanan puskesmas adalah 100%.

HASIL

Kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas dalam hal lama waktu menunggu, keramahan petugas, kejelasan informasi, keikutsertaan mengambil keputusan pengobatan, penilaian terhadap petugas, kebebasan memilih tempat berobat dan kebersihan ruangan mencapai rerata skor 0,74 dengan interval antara 0,72 – 0,77, termasuk kategori cukup memuaskan.

Tabel 2. menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas sebagai berikut :

– Persentase pasien dengan usia belum pra lansia yang puas rawat jalan di puskesmas hampir sama dengan yang pra lansia. Hubungan antara usia pasien dan kepuasan rawat jalan di puskesmas secara statistik tidak bermakna (p > 0,05)

– Persentase pasien perempuan yang puas rawat jalan di puskesmas hampir sama dengan yang laki-laki. Hubungan jenis kelamin pasien dan kepuasan rawat jalan di puskesmas secara statistik tidak bermakna (p > 0,05)

– Persentase pasien dengan pendidikan dasar yang puas rawat jalan di puskesmas hampir sama dengan yang pendidikan lanjutan. Hubungan antara pendidikan pasien dan kepuasan rawat jalan di puskesmas secara statistik tidak bermakna (p > 0,05)

– Persentase pasien yang tidak bekerja yang puas rawat jalan di puskesmas hampir sama dengan yang tidak bekerja. Hubungan antara pekerjaan pasien dan kepuasan rawat jalan di puskesmas secara statistik tidak bermakna (p > 0,05)

– Persentase pasien dengan status ekonomi tidak mampu yang puas rawat jalan di puskesmas hampir sama dengan ekonomi mampu. Hubungan antara status ekonomi dan kepuasan rawat jalan di puskesmas secara statistik tidak bermakna (p > 0,05)

– Persentase pasien di pedesaan yang puas rawat jalan di puskesmas lebih kecil daripada yang di perkotaan. Hubungan antara lokasi pasien dan kepuasan rawat jalan di puskesmas secara statistik bermakna (p 0,05)

Tabel 3. menunjukkan hasil analisis regresi logistik ganda faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas. Secara bersama-sama lokasi pasien di pedesaan dan adanya penanggung biaya berobat berhubungan dengan kepuasan rawat jalan di puskesmas. Hubungan antara adanya penanggung biaya berobat (Wald = 1,688) relatif lebih erat daripada lokasi di pedesaan (OR = 1,671) terhadap kepuasan pasien rawat jalan.

Tabel 4. menunjukkan distribusi pasien rawat inap di puskesmas berdasarkan kepuasan. Kepuasan pasien rawat inap di puskesmas dalam hal lama waktu menunggu, keramahan petugas, kejelasan informasi, keikutsertaan mengambil keputusan pengobatan, kepercayaan terhadap petugas, kebebasan memilih tempat berobat, kebersihan ruangan pengobatan dan kemudahan dikunjungi oleh keluarga/ teman mencapai rerata skor 0,74 (0,69 – 0,78) yang termasuk kategori cukup memuaskan.

Tabel 5. menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap di puskesmas. Pasien rawat inap di puskesmas yang kurang puas persentasenya lebih besar pada umur bukan pra lansia, jenis kelamin laki-laki, pendidikan dasar, tidak ada pekerjaan, status ekonomi mampu, dan tidak ada penanggung biaya berobat. Analisis data menggunakan uji Chi-square tidak memenuhi syarat karena salah satu kolom pada tabel mempunyai nilai kurang dari 5. Dengan demikian analisis regresi logistik ganda tidak dapat dilakukan untuk pasien rawat inap.

PEMBAHASAN

Kepuasan pasien rawat jalan dan rawat inap di puskesmas dalam hal waktu menunggu, keramahan petugas, kejelasan informasi, keikutsertaan mengambil keputusan berobat, kepercayaan terhadap petugas, kebebasan memilih tempat berobat dan kebersihan.ruangan pengobatan dan toilet mencapai skor dengan kategori cukup memuaskan (tabel 1 dan 4). Namun demikian apabila dilihat skor masing-masing, akan terlihat bahwa kebersihan ruangan pengobatan dan toliet mendapat skor paling rendah pada pasien rawat inap. Hal ini menunjukkan bahwa kebersihan ruangan pengobatan dan toilet di puskesmas perawatan masih perlu ditingkatkan.

Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas adalah kelompok usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi dan penanggung biaya, sedangkan lokasi di pedesaan dan adanya penanggung biaya berobat berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas (tabel 3). Hasil penelitian di Jakarta menunjukkan umur, jenis kelamin, pendidikan dan status ekonomi tidak berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas. Namun demikian pendidikan rendah berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien rawat jalan di RSU dan status ekonomi tidak mampu berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien rawat inap di RSU (6). Hal ini menunjukkan bahwa pasien rawat jalan yang bertempat tinggal di pedesaan, yang umumnya berpendidikan rendah dan status ekonomi tidak mampu, lebih merasa puas terhadap pelayanan puskesmas

Kepuasan pasien rawat jalan dan rawat inap di puskesmas dalam hal waktu menunggu, keramahan petugas, kejelasan informasi, keikutsertaan mengambil keputusan berobat, kepercayaan terhadap petugas, kebebasan memilih tempat berobat dan kebersihan.ruangan pengobatan kategori cukup memuaskan (tabel 1 dan 4)

Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas adalah kelompok usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi dan jaminan kesehatan (p > 0,05). Sedangkan lokasi dan adanya penanggung biaya berobat berhubungan dengan kepuasan penduduk berobat rawat jalan di puskesmas (p < 0,05) (tabel 3). Dari hasil analisis regresi logistik ganda faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan penduduk rawat jalan di puskesmas, secara bersama-sama lokasi dan adanya penanggung biaya berobat berhubungan dengan kepuasan penduduk berobat rawat jalan di puskesmas (p 0,05). Sedangkan jenis kelamin berhubungan dengan kepuasan penduduk berobat rawat inap di puskesmas (p < 0,05).(tabel 5). Analisis regresi ganda faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan penduduk rawat inap di puskesmas tidak dilakukan karena ada sel yang nilainya kurang dari lima.

Salah satu ciri khusus pelayanan kesehatan adalah bahwa pelayanan kesehatan mempunyai mix out put, di mana banyak ragam “komoditi” yang dihasilkan dari berbagai program pelayanan kesehatan. Dalam hal ini yang dikonsumsi oleh pasien adalah pelayanan puskesmas yang bervariasi antar individu dan sangat tergantung pada biaya yang dibayar. Keadaan ini juga didorong oleh kebutuhan penduduk terhadap pelayanan puskesmas yang senantiasa berbeda satu sama lain dan berkembang dari waktu ke waktu. Kemungkinan yang lain adalah bahwa pada akhirnya yang membentuk kepuasan secara keseluruhan pada akhir pelayanan puskesmas adalah hasil akhir dari proses pengobatan itu sendiri, yaitu kesembuhan dari sakitnya. Seorang pasien yang telah berobat sampai sembuh ada kemungkinan tidak terlalu memperhitungkan keadaan lingkungan dan cara pelayanan itu sendiri, terutama pada keadaan sosial ekonomi menengah ke bawah (7).

Mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan DKI Jakarta menemukan adanya hubungan antara kepuasan pengunjung Puskesmas dengan pelayanan pendaftaran/kartu di loket, waktu menunggu dan pemeriksaan dokter/petugas lain, waktu menunggu dan pemeriksaan laboratorium – suntik – obat, keadaan kebersihan dan udara ruang tunggu serta lingkungan dan fasilitas umum di Puskesmas, sesuai dengan hasil kepuasan pasien secara keseluruhan terhadap pelayanan puskesmas karena kemungkinan pengunjung puskesmas mempunyai karakteristik yang mencakup domisili, pendidikan dan pendapatan keluarga yang hampir sama (8). Sementara dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Endang (9), menemukan tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara mutu proses pelayanan puskesmas dan kepuasan pasien di Puskesmas Pamulang dan Puskesmas Paku Haji Kabupaten Tangerang.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan analisis data SKRT 2004 tentang kepuasan pasien sebagai berikut :

1. Penilaian pasien puskesmas rawat jalan dalam hal waktu menunggu, keramahan petugas, kejelasan informasi, keikutsertaan mengambil keputusan pengobatan, kepercayaan terhadap petugas, kebebasan memilih tempat berobat, dan kebersihan ruangan pengobatan dan toilet termasuk kategori cukup memuaskan.

2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas adalah lokasi tempat tinggal di pedesaan dan adanya penanggung biaya berobat.

3. Penilaian pasien puskesmas rawat inap dalam hal waktu menunggu, keramahan petugas, kejelasan informasi, keikutsertaan mengambil keputusan pengobatan, kepercayaan terhadap petugas, kebebasan memilih tempat berobat, kebersihan ruangan pengobatan dan toilet, serta kemudahan dikunjungi keluarga atau teman termasuk kategori cukup memuaskan.

4. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan penduduk rawat inap di puskesmas tidak dapat dihitung karena sampelnya terlalu kecil.

Berdasarkan kesimpulan di atas dapat disarankan agar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada penduduk berpendidikan rendah, status ekonomi tidak mampu di pedesaan dapat dilakukan melalui puskesmas dengan biaya yang ditanggung pemenerintah melalui Askeskin karena terbukti kelompok merekalah yang paling memanfaatkan pelayanan puskesmas.

DAFTAR PUSTAKA

1. Depkes, Kebijakan dasar Puskesmas (Menuju Indonesia Sehat 2010). Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Jakarta, 2003.

2. Arikunto,. Prosedur Penelitian, suatu pendekatan praktek. Edisi 9 Rieneka Cipta, Jakarta, 1993

3. Supranto J, Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Menaikkan Pangsa Pasar, Rineka Cipta. 2001.

4. Parasuraman, A Zeithaml, Valerie A.dan L Berry, Delivering Quality Service, The Free Press A Divission of Mac Millan inc, New York, 1991.

5. Iswardono, Analisa Regresi dan Korelasi, BPFE, Yogyakarta, 2001.

6. Ingerani, dkk,. Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan Kesehatan di Propinsi DKI Jakarta. Laporan Penelitian Kerjasama Dinkes Prop. DKI Jakarta dan Badan Litbangkes Depkes RI, Jakarta, 2002.

7. Harun, Analisis Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Mutu Pelayanan Rumah Sakit Nirmala Suri Sukohardjo dengan Methode Servqual, Tesis Kajian Administrasi Rumah Sakit, FKMUI, Depok, 1994.

8. Aflah R, Kepuasan Pengunjung Usia Lanjut pada pelayanan pengobatan Puskesmas Kelurahan di Kotamadya Jakarta Timur, Tesis, FKMUI, Depok, 1995.

9. Endang H, Hubungan antara Mutu Proses Pelayanan Obat dengan Pengetahuan Penggunaan Obat Pasien dan Kepuasan Pasien di Puskesmas Pamulang dan Puskesmas Paku Haji Kabupaten Tanggerang, Tesis Ilmu Kesehatan Masyarakat, F

Sumber :http://apotekputer.com/ma/index.php?option=com_content&task=view&id=140&Itemid=63KMUI, Depok1998.

By liyaaliya

PERSEPSI DAN PENGARUH SISTEM PEMBAGIAN JASA PELAYANAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT JIWA MADANI

 

ABSTRAK

Latar belakang: Revisi sistem insentif yang diterapkan pada bulan Juni 2004 telah memicu berbagai keluhan, terutama dari perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Menurut persepsi mereka, revisi sistem insentif tersebut tidak adil dan cenderung lebih menguntungkan para dokter.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak revisi system insentif di Rumah Sakit Jiwa Madani dan korelasi antara persepsi dan kinerja staf setelah revisi sistem insentif.

Metode: Penelitian kuasi-eksperimental ini menggunakan rancangan pre dan post test, tanpa kelompok kontrol. Subjek adalah seluruh staf rumah sakit (n=202). Variabel independennya adalah revisi sistem insentif dan persepsi staf terhadap sistem insentif tersebut, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja dokter (yaitu presensi, jumlah pasien, jumlah visite) dan kinerja staf (kualitas pekerjaan, beban kerja, efektivitas biaya dan inisiatif). Instrumen penelitian. menggunakan kuesioner dan dokumen yang tersedia. Analisis

deskriptif dan uji paired t-test dan product moment correlation digunakan dalam analisis data.

Hasil: Revisi sistem insentif menyebabkan penurunan bermakna persepsi keseluruhan terhadap sistem insentif (1,7%) dan peningkatan bermakna dalam kinerja dokter sebesar 6.7%. Persepsi staf berkorelasi bermakna dengan kinerja staf, dengan korelasi tertinggi pada dokter (r 0,88). Pada perawat, revisi sistem insentif tersebut justru menurunkan persepsi mereka terhadap aspek keadilan dan persepsi keseluruhan, serta sistem insentif tersebut tidak mempengaruhi kinerjanya.

Kesimpulan: Revisi sistem insentif menurunkan persepsi staf, yang selanjutnya berkorelasi dengan kinerjanya.

Kata Kunci: sistem insentif, persepsi dan kinerja staf

Continue reading

By liyaaliya

PENGARUH INSENTIF DAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA (HAM) TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI RSUD DJOJONEGORO TEMANGGUNG TAHUN 2008 4

ABSTRAK

Latar Belakang : Sumber daya manusia merupakan aktiva penting yang mempengaruhi efisiensi dan efektifitas organisasi, oleh karena itu kemampuan sumber daya manusia senantiasa perlu ditingkatkan kualitas dan peran sertanya sehingga mampu menempatkan diri secara profesional dan proporsional dalam sistem kerja. Agar karyawan mau bekerja  dengan giat dan dengan semangat kerja yang tinggi maka diperlukan sesuatu yang dapat memotivasi para karyawan, yaitu salah satunya dengan mempertahankan insentif dan hubungan antar manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei tahun 2008 di RSUD Djojonegoro Temanggung Jawa Tengah.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Insentif dan Hubungan Antar Manusia Terhadap Motivasi Kerja Karyawan di RSUD Djojonegoro Temanggung serta menelaah pengaruh yang perlu diperhatihkan dalam penyusunan rencana strategi pemasaran kedepan.

Metode : Penelitian ini dilakukan di RSUD Djojonegoro Kabupaten Temanggung Jawa Tenagah dengan menggunakan rancangan penelitian asosiatif. Subyek penelitian ini adalah karyawan non medis di BP RSUD Djojonegoro Temanggung. Penelitian inidilaksanakan pada bulan April-Mei 2008. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 78 sampel. Analisis yang digunakan yakni menggunakan rumus uji statistic Regresi Linier Berganda.

Hasil : Persamaan regresi Y = 1.647 + 0.309X1 + 0.164X2, F hitung > F tabel (26.881 > 3,43), sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.

Kesimpulan : Terdapat pengaruh insentif dan hubungan antar manusia terhadap motivasi kerja karyawan di RSUD Djojonegoro Teamanggung Jawa Tengah.

Kata Kunci : Insentif, Hubungan antar manusia, Motivasi kerja.

Ingin mendapatkan lengkapnya hubungi : stikes_smart@ymail.com atau tinggalkan pesan Anda

By liyaaliya